Showing posts with label Eropa. Show all posts
Showing posts with label Eropa. Show all posts

Paris: 5 Tempat Foto Menara Eiffel (Eiffel Photo Spot)



The Famous Eiffel! Kalau di Paris, tempat-tempat dibawah ini merupakan tempat yang biasa dikunjungi untuk mendapatkan background Eiffel. Overall sebenarnya 5 tempat ini ga terlalu berjauh-jauhan, 1/2 hari bisa banget ngabisin semua tempat ini karena semua tempat ini ga jauh dari metro stop. Anyway, tanpa berlama-lama and also please be prepare for some selfie photos in this post :p. Here we go!

1. Tepat dibawah menara Eiffel / Champ de mars (rumput hijau depan eiffel)
Kalau disini yang terkenal, banyak orang foto di rumput hijau dengan background Eiffel nya. Tapi banyak orang yang bilang ga rekomendasi tempat ini, karena agak sulit untuk dapat view menara secara keseluruhannya karena terlalu dekat. Tapi kalau bawa makanan, bisa piknik di rumput nya!


2. Trocadero
Banyak yang bilang, tempat ini adalah the right spot untuk foto dengan background menara Eiffel. Disini juga terkenal untuk foto di tangga-nya. Biar lebih sepi, datang lebih pagi, dan oiya katanya sunrise disini recommend banget. Untuk ke tempat ini, jalannya bener-bener gajauh dari metro stop ya. Jadi enak :)


3. Seine River Cruise
Untuk bisa foto dengan background Eiffel + ngelilingin tempat-tempat yang terkenal di Paris dengan view dari sungai, River Cruise ok banget sih.


4. Pont Alexandre III
Jadi karena Eiffel ini berada di pinggi sungai, dimana banyak jembatan (Pont), area ini sangat terkenal. Dari semua Pont-Pont, Pont Alexandre ini paling terkenal. Pont Alexandre ini juga dekat dengan Grand Palais. Kalau memang ada exhibition yang pas, bisa banget ke Grand Palais.


5. Pont Bir Hakeim
Jembatan ini terkenal karena ada di scene film inception. Personally, menurut Saya, tempat ini ok banget buat foto. Untuk kesini, gampang banget karena jembatannya merupakan tempat stop metro. Jadi jalannya ga jauh :)


Read More »

Hal yang Perlu Dilakukan dan Ketahui Jika Kecopetan dan Sakit di Eropa


Kecopetan
1. Jika membawa kartu kredit, segera blokir kartu kredit. 
Segera telepon call center yang bisa dihubungi melalui international call. Maka, ada baiknya saat di Indonesia, nomor telepon bank yang bisa dihubungi dan nomor kartu kredit sudah disiapkan dan di simpan.
2. Segera ke polisi terdekat dan membuat laporan. 
Laporan ini berguna untuk mengurus paspor dan claim travel insuranc, harus di tempat terdekat terjadi peristiwanya ya, ini gaboleh ditunda!
3. Jika Paspor hilang, pergi ke kedutaan 
Kedutaan ga perlu di negara yang terdekat, tapi harus sebelum kamu balik pulang ke Indonesia

Sakit (Spesial di Paris) 

1. Coba telepon kedutaan
Coba telepon kedutaan terlebih dahulu dan meminta rekomendasi dokter atau meminta bertemu dokter kedutaan. Kedutaan bisa ditelepon 24 jam untuk keadaan darurat
2. Pergi ke Rumah Sakit namun ketahui terlebih dahulu perbedaan Rumah Sakit Umum dan Privat
  • Umum:
    • Kalau memang menyebabkan kematian, tindakan nya baru cepat
    • Kalau penyakitnya tidak menyebabkan kematian langsung, tindakannya lama sekali, kasus saya bisa sampai 7 jam tanpa tindakan apapun 
    • Bayarnya ga langsung. Bisa 1-2 bulan kedepan, billnya dikirim lewat email atau pos, bayarnya bisa melalui cek (hebat ya?) atau kartu kredit. 
  • Privat:
    • Jika ingin meminginkan service yang bagus
    • Tindakannya cepat
    • Harganya mahal
3. Kalau memang dari berangkat udah demam, ada baiknya bawa termometer

##############################



Untuk yang penasaran dengan kronologis cerita Saya bisa dilihat dibawah ini:


Cerita Kecopetan di Kereta


Ceritanya, di Perjalanan Saya di Eropa, Saya menggunakan Euro Night Train untuk pergi dari Austria (Salzburg) menuju Swiss (Interlaken). Saya sendiri sudah sering baca di Internet, bahwa menggunakan train di Eropa, rawan dengan copet. Namun, saya merasa aman karena tipe kereta yang saya gunakan adalah ruangan kamar private, Saya tidak sharing dengan orang yang tidak saya kenal, kamar-nya ada pintu beserta kunci-nya. Begini kira-kira begini penampakannya:



Dan ternyata, di tengah malam, Saya di dibangunin Ibu saya, diketok pintunya, karena Ibu Saya panik tas kami yang berisi duit hilang begitu saja dari ruangan Ibu Saya yang terkunci. Di dalam Kamar, terdiri dari Ibu Saya yang tidur di kasur atas dan Kakak Saya di kasur bawah. Barang yang diambil isinya uang dan paspor, sedangkan karena HP di charger, letaknya ga ada didalam tas yang dicuri tersebut.

Kronologinya, Ibu Saya bangun untuk Shalat Subuh dan tersadar bahwa Pintu Terbuka dan Tas menghilang. Yap! Pintu kami dibuka begitu saja walaupun ada kuncinya.

Setelah melapor ke petugas kereta api, dia menyebutkan bahwa kemungkinan pencuri nya sudah turun di stasiun kota sebelumnya. Jadi hopeless... dan tiba tiba jeng jeng.. Ibu Saya mendapat notifikasi dari HP bahwa terdapat penggunaan Kartu Kredit di Kota yang sudah Kami lewati, Innsbruck (Kota antara Swiss dan Austria) dengan nominal yang lumayan besar.

Panik, Kami sekeluarga meminta Ibu Saya untuk mengingat semua kartu kredit yang ada di dompet tersebut. Worstly, nomor telepon call center kartu kredit, anehnya, tidak dapat dihubungi dari luar negeri. Semua hanya tersambung ke nada dering terputus. Akhirnya, Kami menelepon keluarga kami yang ada di Indonesia untuk meminta memblokir seluruh kartu kredit yang ada dan berhasil....

Cerita Sakit di Paris, Rumah Sakit Umum

Setelah menahan demam di Paris 2 hari, Suami Saya tidak sembuh-sembuh. Karena tidak membawa termometer, mengandalkan tangan, Saya sangat merasakan bahwa Suami Saya panasnya tinggi. Plus, dia sangat lemas sehingga tidak bisa melakukan perjalanan. Akhirnya, Saya memutuskan untuk membawa Suami Saya ke Rumah Sakit terdekat Hotel Kami, di area Stasiun Gare du Nord yaitu Hôpital Lariboisière yang merupakan Rumah Sakit Umum. 

Dikarenakan di Jakarta, Suami saya radang, maka Dokter Umum yang pertama kali memeriksa, mendiagnosa Suami saya Demam karena amandel. Saat di cek, benar, panasnya hingga 39 derajat. Namun saat di cek ke dokter amandel, amandelnya tidak bermasalah sama sekali. Kami dikembalikan ke bagian emergency. 

Saat dikembalikan di bagian emergency, Suami saya diwajibkan untuk masuk ke sebuah ruangan dimana ruangan itu merupakan ruangan untuk tindakan emergency. Untuk masuk ke ruangan ini, harus menggunakan kartu. Sebelumnya, saat diagnosa pertama dengan dokter umum, ruangannya berbeda, letaknya diluar dan diruangan itu tidak terdapat alat yang dapat digunakan untuk tindakan medis. Untuk masuk ke ruangan tindakan emergency ini, Saya dan Suami saya harus menunggu di ruang tunggu hingga lebih dari 3 jam tanpa tindakan apapun. Worstly, yang masuk ke dalam ruangan tindakan ini hanya boleh Suami Saya dan Saya hanya bisa menunggu di luar tanpa pemberitauhan apapun. Crazy. 

Dikarenakan Suami Saya sangat lemas, komunikasi yang terbatas, Saya berulang kali meminta resepsionis di depan agar Saya diperbolehkan masuk dan akhirnya Saya berhasil masuk 1 kali. Saat Saya masuk ke dalam ruang tindakan, Saya mengetahui bahwa Suami saya diletakkan di ruangan tersendiri dan mendapat info bahwa Suami Saya harus di cek darahnya terlebih dahulu dan menunggu hasilnya. Setelah menunggu 2 jam diluar tanpa kabar apapun, Suami Saya menginfokan bahwa Dokter masih ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti EKG dan lain-nya. Namun, Suami Saya sudah dipindahkan ke area yang lebih banyak pasiennya dan lebih dekat dari pintu masuk yang menggunakan kartu yang saya sebut sebelumnya. Setelah menunggu 2 jam lagi tanpa kabar dan tidak diperbolehkan masuk kembali oleh resepsionis, Saya akhirnya memaksakan diri masuk, menunggu ada dokter yang masuk dan mencuri kesempatan untuk masuk sebelum pintunya tertutup. Didalam saya memaksa berbicara dengan dokter dan mendesak agar segera diberikan tindakan atau memperbolehkan kami pulang dengan alasan akan mengejar pesawat 6 jam lagi. 

Dan akhirnya, Dokter memberikan tindakan dimana tindakan yang dilakukan membutuhkan waktu yang lama (karena harus di injeksi vitamin). Untungnya, setelah di injeksi, panas suami saya turun dan akhirnya Kami bisa pulang. Total kami mendapatkan tindakan dari pertama kali kami masuk ke emergency= 7 jam. 

Hal yang lucu juga, saat saya menunggu di ruang tunggu, mungkin karena ini rumah sakit umum, banyak pasien yang aneh-aneh yang muncul. Contoh: Polisi dan Penjahat yang berdarah-darah serta di borgol, Gelandangan yang ternyata cuman numpang tidur dan numpang charger, Pasien yang marah-marah kelamaan nunggu dan akhirnya pulang, padahal dia nunggunya udah di kasur rumah sakit tapi bagian ruang tunggu.

Cerita Sakit di Paris, Private Hospital

Saat saya di Paris, setelah insiden suami Saya, di Kereta perjalanan pulang ke Hotel, Saya menguap dan tidak dapat menutup kembali mulut Saya (istilah medis TMJ). Karena memang Saya sudah pernah seperti ini juga, Saya tau bahwa Saya harus dibawa ke Emergency untuk dibantu ditutup mulutnya. Setelah mengetahui bahwa rumah sakit umum tindakannya lama sekali, Saya takut dan meminta suami Saya membawa Saya ke Private Hospital.

Setelah sampai di Private Hospital, benar, tindakannya jauh lebih cepat namun dengan harga yang jauh lebh mahal. Hahahaha


Anyways, kesimpulan dari Post ini, Saya merasa Travel Insurance itu membantu banget dan emang sedia payung sebelum hujan banget. More Stories dari perjalanan trip Saya di Eropa bisa dilihat di:
Read More »

Austria 3 Hari: Vienna, Salzburg, Hallstaatt



Austria! Salah satu negara Favorit Saya, kenapa? Karena dari kecil, Saya suka sekali dengan yang namanya Sound of Music. Kalau kata Opa sih, waktu kecil Saya bisa 1 hari 1 kali nonton Sound of Music :).

Nah dalam waktu yang singkat, 3 Hari, Saya berhasil mengunjungi 3 kota dan banyak tempat. Berikut itinerary secara singkatnya:
  • Day 1 (Vienna) : Hundertwasserhaus, Hofburg Palace, Beethoven Pasqualati, Shoenbrunn Palace grand tour, Mozart Orchestra @Vienna State Opera house
  • Day 2 (Salzburg) : Pagi menuju Salzburg, Mirabell Garden, Mozart Wohnhaus, Residentplaz, Fortress Hohensalzburg, Helbrunn Palace (Fountain Trick Tour)
  • Day 3 (Hallstatt): Pagi berangkat jam 9 Pagi menuju Hallstatt untuk day trip 
Nah dari 3 hari trip ini, bisa dibaca dibawah review dan hal yang wajib dikunjungi nya!

Vienna

Kota ini menurut Saya klasik dan victorian banget dan tentunya bagus sekali, kya! Nah hal yang wajib dilakukan dan dikunjungi antara lain:

1. Grand Tour: Hofburg Palace & Schoenbrunn Palace
Kenapa harus beli tiket Grand Tour? Karena bisa menghemat harga tiket untuk ke 2 tempat ini. Oiya untuk di Schoenbrunn sendiri, ada museum yang menarik banget yaitu imperial carriage museum (tiket terpisah, harus beli lagi). Selain itu, di Schoenbrunn ada Apple Strudel Show tapi menurut Saya, biasa aja.

2. Naik kuda di area Hofburg Palace

3. Menonton Orchestra

4. Kalau ada waktu, Hundertwasserhaus juga bisa dikunjungi untuk melihat arsitekturnya yang menarik. 




Salzburg


Ini adalah surga bagi pencinta Sound of Music. Kota-nya sendiri menurut Saya terbilang kecil, jadi central town-nya bisa banget ditempuh dengan jalan kaki. Selama di Salzburg Saya menggunakan Salzburg Card. 

1. Mirabell Garden
Banyak shoot film Sound of Music yang di ambil di Taman ini!



2. Fortress Hohensalzburg dan Marionette Museum
Asli pemandangannya dari atas bagus banget buat liat kotanya :)





3. Hellbrunn Palace, Fountain Trick Tour
Tempatnya cantik dan menarik banget dengan banyak air mancur tersembunyi! Apalagi kalau bawa anak kecil, seru banget..


4. Menonton Marionette Show
Marionette Show merupakan Teater Puppet yang seperti di salah satu Scene film Sound Of Music. Menurut Saya, menonton acara ini lumayan menambah experiment sih :)

5. Bagi pecinta Sound of Music, menginap di Schloss Leopoldskorn

Trust me! Ini penting banget. Pas Saya disana, Saya sengaja untuk menginap ditempat ini dikarenakan harganya yang menurut Saya masih oke di budget bahkan untuk kamar Suite (Bahkan Nama kamarnya Julie Andrew's Room) kisaran 285 EUR untuk 1 malam. Not Bad kan?






6. Datangi tempat ini hanya jika menggunakan Salzburg Card

Selain hal di atas, ada beberapa tempat yang menurut Saya hanya perlu didatangi jika menggunakan Salzburg Card, memiliki banyak waktu kosong, maupun memiliki interest sendiri terhadap sejarah-nya. Tempat ini antara lain: Mozart Wohnhaus (Residence), letaknya berada persis di sebrang Mirabell Garden dan Mozart Geburtshaus

Hallstatt

It's a must! Karena pemandangannya cantik banget nget nget.. Kota ini Saya kunjungi day trip, Pulang Pergi dari Salzburg :)



Perjalanan ke Austria ini merupakan perjalanan 14 hari Trip Saya dengan Itinerary Perancis-Prague-Austria-Swiss-Perancis. More Stories:

Read More »

7 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Untuk Trip ke Eropa





1. Beli City/Tour Pass, tapi harus pilih yang benar!
Ini juga harus banyak pertimbangan. Contoh, untuk di Paris, City/Tour pass nya ada beberapa jenis dengan benefit dan harga yang berbeda. Nah untuk Negara lain, ada City Pass yang memang lebih untung kalau kita beli City Pass nya dibandingkan beli tiket masuk satu-satu (Contoh: Austria). Terkadang memang, City Pass Claim bahwa kita bisa untuk ga antri, tapi, please be note, bahwa sebenarnya kita tetap akan antri untuk bagian security pass nya dan ternyata kalau kita beli Tiket in advance via online/ ikut museum tour-nya, kita juga bisa skip antrian kok :)

Oiya terkadang Hotel juga suka ngasih free transportation/mobilitation card/pass buat turis loh! Jadi cek dulu yaa :)

2. EURAIL Pass?
Sama seperti Pass negara lainnya (contoh: JR PASS untuk di Jepang), ada baiknya jika kita perbandingkan dulu harga kalau kita beli terpisah dan harga bundle nya EURAIL PASS. But somehow, untuk EURAIL Pass ini sendiri, sebacanya di Internet, banyak yang ga rekomendasi karena katanya walaupun di hitung pasti rugi.

3. Bingung beli tiket kereta?
Nah sejujurnya di awal Saya juga bingung banget, apalagi ini antar Negara, bukan antar Kota. Sampe sakin kampungnya Saya bertanya-tanya, apa iya nanti di stasiun ada pengecekan Paspor/Imigrasi kalau keretanya antar negara? (well jawabannya nggak).

Ada satu website yang sangat membantu dan penjelasannya sangat bagus serta direkomendasikan website untuk beli online tiketnya dimana dan kapan waktu murahnya yaitu http://www.seat61.com
Dan ternyata website ini menyediakan informasi hampir seluruh negara. Nanti kalau udah buka websitenya kita bisa pilih berangkat dari negara mana dan menuju negara mana. Nice and simple indeed!

4. Kereta atau Pesawat?
Kalau menurut Saya, ini semua tergantung jarak dan waktu yang kita punya didalam trip kita.

5. Simpan no telepon kedutaan
Kenapa penting? Karena ini merupakan nomor emergency pertama yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu yang bersifat urgent. Paling signifikan dan berguna adalah ketika  Saki dan Kehilangan Paspor. Nomor kedutaan bisa ditelepon kapan saja loh walaupun hari libur!

Walaupun Saya tidak mengaktifkan atau menggunakan telepon Saya saat di Eropa, namun, setiap Saya pindah negara, Saya tetap mendapatkan SMS info mengenai nomor kedutaan di Negara tersebut. Tapi jika memang ingin dipersiapkan ga ada salahnya juga :) Googling dan simpan dulu nomor-nomor kedutaan sebelum berangkat.

6. Persiapan kalau kecopetan
Hal ini yang disayangkan kalau kita Tur Eropa. Being an addict Japan Tourist, Saya sangat terbiasa untuk leyehleyeh ga takut barang ilang. Dan ternyata benar, pas di Eropa, barang Saya hilang. Untuk cerita lengkap dan hal apa yang harus dilakukan pertama kali jika kecopetan bisa lihat disini.

Tapi, kalau untuk mempersiapkan hal satu ini:
- Traveler bermuka Asia, biasanya suka di incar karena kebiasaan kita yang masih suka bawa cash. Jadi coba pertimbangkan untuk ambil debit atau menggunakan credit card di Eropa sendiri.
- Traveler bermuka Asia, biasanya udah di kenali suka membeli barang ber merk (padahal Saya ngga, hiks) jadi katanya bahkan kalau di Perancis sendiri, hotel yang suka kecopetan ya malah Hotel-Hotel yang dekat branded fashion district (ini info yang Saya dapat di kedutaan).
- Untuk yang bawa kartu kredit, simpan semua no kartu kredit dan no call center bank dari kartu kredit tersebut yang bisa di telepon dari luar negeri (serius ini penting) biar bisa cepat ngeblok kartu.

7. Travel Insurance
Percaya ga percaya, ini penting menurut Saya apalagi kalau memang kita terkena musibah. Kalau sakit, bukan hanya saja pembayaran rawat dan obat saja yang diganti (Di luar negeri biaya ini mahal banget loh), tapi pesawat yang sudah direncanakan jika memang tidak jadi berangkat karena sakit, juga akan di cover.

Tips nya, kalau bisa memang bon barang-barang yang kita bawa di tas, ya harus disimpan, agar kalau hilang, bisa di claim :)

Read More »